Minggu, 28 September 2014

APA ITU SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI ?

untuk mengetahui apa itu sistem informasi psikologi, maka harus diuraikan dari masing-masing kata tersebut, dimulai dari kata...
Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang terintegrasi dan berinterakasi untuk mencapai tujuan tertentu. Di dalam sistem terdapat suatu proses interaksi antara perangkat lunak dan perangkat keras yang akan menghasilkan informasi yang dapat digunakan.
Sistem juga merupakan manajerial dari sebuah organisasi yang mengatur dan menjalankan roda organisasi sehingga ada keteraturan yang baik didalamnya agar tidak terjadi bentrok antara elemen-elemen pembentuk sistem didalamnya.
Sistem memilki beberapa karakteristik, diantaranya :
  1. Komponen (elemen), Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem, dimana subsistem merupakan sistem didalam suatu sistem yang memiliki fungsi sendiri namun terintegrasi dengan sistem lainnya.
  2. Boundary, Merupakan batasan antar sistem satu dan sistem lainnya dengan lingkungan luar.
  3. Environtment, Merupakan segala sesuatu yang berada diluar sistem yang mempengeruhi operasi dalam sistem.
  4. Interface, Merupakan media penghbung antara subsistem dengan subsistem lainnya.
  5. Input, Merupakan data yang dimasukan kedalam proses sistem.
  6. Output, Merupakan hasil yang dikeluarkan dari proses sistem, dimana didalamnya terdapat keluaran yang berguna (misalnya informasi) maupun yang tidak berguna (misalnya limbah).
  7. Sasaran sistem (objective), Merupakan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem.


Sistem diklasifikasikan kedalam beberapa jenis diantaranya :
  1. Sistem Abstrak --> sistem yg berisi gagasan atau konsep. contoh : sistem teologi
  2. Sistem Fisik --> sistem yg secara fisik dapat dilihat. contoh : sistem komputer, sistem transportasi
  3. Sistem Deterministik --> sistem yg operasinya dapat diprediksi secara tepat. contoh : program komputer
  4. Sistem Probabilistik --> sistem yg tidak bisa diramal dgn pasti karena mengandung unsur probabilitas. contoh : arisan, stok barang.
  5. Sistem Tertutup --> sistem mandiri, sistem yg tidak bertukar materi, informasi, atau energi dgn lingkungan(tidak dipengaruhi oleh lingkungan). contoh : reaksi kimia dlm sebuah tabung tertutup
  6. Sistem Terbuka --> sistem yg berhubungan dgn lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. contoh :sistem keorganisasian, sistem penawaran
  7. Sistem alamiah --> sistem yg terjadi karena alam (tidak dibuat oleh manusia). contoh : sistem tata surya
  8. Sistem buatan manusia --> sistem yg dibuat oleh manusia.


Didalam sebuah sistem besar tentunya terdiri dari beberapa subsistem yang terintegrasi dengan baik. Subsistem dibentuk dari beberapa cara yaitu :
  1. Factoring (pengunsuran). Cara ini bertujuan untuk membentuk struktur yang kompleks agar dapat dianalisa secara rinci.
  2. Simplikasi atau penyederhanaan. Cara ini bertujuan untuk menyederhanakan banyaknya interface yang muncul dari sistem itu sendiri.
  3. Decoupling (pemisahan). Dua subsistem yg berhubungan sangat erat membutuhkan suatu koordinasi & penjadwalan waktu yg ketat. pemecahannya adalah dgn memisahkan atau mengendorkan. hubungan tersebut sehingga kedua sistem dapat beroperasi sejenak secara bebas.


Sistem yang baik seharusnya memiliki sebuah pengendalian sistem, dimana hal ini diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), hal ini dilakukan agar sistem berjalan sesuai tujuan. Caranya adalah dengan membandingkan keluaran sistem dengan keluaran yang diharapkan.


Selanjutnya saya akan membahas apa itu “Informasi” , mulai dari pengertiannya sampai dengan pengolahannya.
Informasi adalah kumpulan pesan yang memiliki makna yang dapat diolah sebagai dasar pengambilan tindakan. Sebuah informasi harus ditempatkan pada suatu konteks permasalahan tertentu yang sesuai. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerancuan dalam pengolahan tiap-tiap informasi.
Informasi memiliki beberapa karakteristik yang bisa dijadikan indikator baik atau tidaknya informasi tersebut :
  1. Relevan. Artinya terdapat kesesuaian antara kebutuhan informasi dengan ketersediaan informasi.
  2. Tepat waktu. Penting bagi tiap penerima informasi menerimanya secara tepat waktu, karena terlambatnya suatu informasi akan sangat mengurangi nilai dari informasi tersebut.
  3. Akurat. Informasi akan sangat bernilai bila bebas dari kesalahan-kesalahan yang bisa menyesatkan, sehingga maksud dari penggunaan informasi itu akan menjadi jelas.
  4. Mengurangi ketidakpastian. Sebuah informasi hadir untuk mengurangi ketidakpastian sehingga dapat memperkuat fakta.
  5. Mengandung elemen yang baru. Informasi akan sangat bernilai ketika terdapat elemen-elemen baru, sehingga dapat tercipta suatu improvisasi dan inovasi.


Berikut ini adalah metode pengumpulan Informasi :
  • Pengamatan langsung
  • Wawancara
  • Perkiraan koserponden
  • Daftar pertanyaan


Bila kita tarik kesimpulan dari beberpa penjabaran diatas makan kita bisa mengatakan bahwa sistem informasi merupakan sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus :
Input—Proses—Output
Fungsi dari sistem informasi adalah untuk membantu individu atau kelompok untuk melaksanakan aktivitas yang dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan dan pengambilan keputusan.

Selanjutnya saya akan membahas mengenai “Psikologi” , yang merupakan kajian utama dalam tulisan ini…
Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche dan logos. Dimana psyche bermakna jiwa, sedangkan logos bermakna ilmu. Dengan kata lain psikologi adalah ilmu tentang jiwa.
Jiwa merupakan suatu kajian yang sifatnya abstrak, namun dalam psikologi hal abstrak ini dapat dipelajari melalui tingkah laku manusia dan hewan yang merupakan objek kajian psikologi. Secara sederhana psikologi dapat pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Penggunaan hewan sebagai objek psikologis dikarenakan pada aliran behavioristik seringkali prilaku yang diprediksi akan terjadi pada manusia terlebih dahulu di uji cobakan pada hewan. Banyak diantara percobaan-percobaan pada hewan ini berhasil terjadi pada manusia. Diantaranya percobaan Pavlov dan Skinner.
Sesungguhnya penerapan percobaan-percobaan perilaku tersebut sudah keluar dari esensi dari psikologi itu sendiri, dimana yang seharusnya dikaji adalah kondisi psikis dari manusia bukan sekedar perilaku yang nampak. Oleh karena itu bermunculanlah teori-teori yang menentang aliran behavioristik tersbut, yaitu aliran humanistik. Dimana manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki kesadaran penuh untuk mengembangkan potensi dirinya. Dengan demikian aspek psikis seseorang dapat lebih tergambarkan.
Namun aliran behavioristik tidak sepenuhnya salah karena ada banyak hal yang belum mampu dijelaskan oleh teori lain mengenai perilaku manusia yang muncul akibat dari pengalaman psikis seseorang.

Setelah melihat paparan diatas maka kita dapat menyimpulkan beberapa hal mengenai sistem informasi psikologi. Sistem informasi psikologi adalah kajian ilmu yang mempelajari hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan penggunaan dan pengaplikasian komputer dalam bidang psikologi.
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD dan beragam fobia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

followers