Rabu, 21 Maret 2012

Tips mengatasi mata panda


Saat kelelahan atau kurang tidur, di area bawah mata Anda biasanya akan muncul lingkaran hitam. Tentu hal ini akan menimbulkan kesan tertentu pada wajah, misalnya akan terlihat lebih tua dari usia Anda yang sebenarnya.
Tetapi, jangan khawatir. Banyak cara tanpa operasi untuk mengatasi masalah ini. Ikuti langkah-langkah pengobatan alami untuk menyingkirkan lingkaran hitam di bawah mata berikut ini.
  • Parut beberapa kentang mentah, lalu rendam kapas ke dalam parutan itu. Tutup mata Anda, kemudian tempatkan kapas ke mata Anda. Pastikan kapas yang Anda tempelkan tadi menutupi seluruh lingkaran hitam di bawah mata serta kelopak mata. Biarkan selama 10 menit, setelah itu bilas dengan air dingin.
  • Atau, oleskan campuran satu sendok teh tomat dan air jeruk nipis ke sekitar mata. Lakukan dua kali sehari.
  • Cara lain, minum segelas jus tomat dengan beberapa daun mint, air jeruk nipis, dan garam. Minum sehari dua kali ini sebagai minuman segar. Selain mengatasi lingkaran hitam, manfaat jus ini juga untuk mencerahkan wajah.
  • Bisa juga dengan menyiapkan pasta dari empat hingga lima almond dengan susu. Oleskan pasta di sekitar lingkaran hitam, kemudian biarkan selama 10 sampai 15 menit. Pasta akan membantu meringankan beban kulit sekitar mata.
  • Bisa juga dengan menyiapkan pasta dari empat hingga lima almond dengan susu. Oleskan pasta di sekitar lingkaran hitam, kemudian biarkan selama 10 sampai 15 menit. Pasta akan membantu meringankan beban kulit sekitar mata.
  • Ada lagi, campurkan beberapa sendok teh jus nanas segar bersama sejumput bubuk kunyit, bila dioleskan di sekitar mata secara teratur akan membantu Anda menghilangkan lingkaran hitam.
  • Jangan lupa pula, setiap malam sebelum tidur, oleskan krim yang mengandung vitamin E dan C di sekitar mata.
  • Terakhir,  bisa dengan meletakkan beberapa daun mint di sekitar mata. Hal ini akan bermanfaat untuk memberikan efek pendinginan pada mata yang lelah.

Tips Diet alami


Inilah tips diet sehat dan alami 2012 :

  •  Diet Tinggi Serat 

Diet yang dikenal dengan nama F-Plan Diet ini sempat booming pada tahun 1980-an. Orang yang menjalankannya membatasi asupan kalori kurang dari 1,500 kkal per hari, ditambah dengan konsumsi makanan kaya serat. Perut akan terasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan makan, dan serat dapat menyehatkan sistem pencernaan. Diramalkan, diet ini akan kembali tren tahun depan.

  •  Sayuran Sumber Vitamin K 

Vitamin K membantu penyerapan kalsium untuk tulang. Vitamin ini bisa diperoleh dari kailan, bayam, kubis, peterseli, brokoli, tauge, selada, buncis, kembang kol, dan timun.

  •  Stevia 

Berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Stevia adalah pemanis alami yang hanya sedikit berpengaruh pada gula darah, tidak seperti gula tebu. Stevia dapat menjadi alternatif aspartam dan sakarin yang lebih sehat untuk digunakan dalam makanan, minuman, atau masakan.

  •  Ekstra oat 

Pilihlah roti, biskuit, cake, dan sereal dengan tambahan beta glucan. Kandungan dalam oat ini membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah.

  •  Telur dan roti 
Penelitian University of Surrey menyebutkan bahwa memakan telur dengan roti akan membuat lebih kenyang dibanding sereal dan croissant. Hal ini akan membuat kita mengonsumsi lebih sedikit kalori saat makan siang dan makan malam. Tenang saja, konsumsi telur tiap hari tidak menaikkan kolesterol jahat.

  •  Es krim sehat 

Peneliti dari India menemukan fakta bahwa menambahkan dua jenis probiotik (B. lactis dan L. streptococcus) ke dalam es krim dapat mengurangi bakteri dalam mulut yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Apa yang dibutuhkan dilulusan Universitas untuk dunia kerja ?

perusahaan akan menerima seseorang bekerja jika bisa memenuhi lima hal utama yakni :


  • dapatkah perusahaan mempercayai anda ?
  • bisakah anda melaksanakan apa yang perusahaan tawarkan?
  • apakah anda bermotivasi tinggi pada perusahaan tersebut
  • apakah anda mampu bekerjasama dengan orang lain?
  • apakah anda dapat mengelola diri anda sendiri?
Bila ditelaah dari pernyataan diatas, tentunya paham bahwa yang dibutuhkan oleh perusahaan bukanlah  kompetensi teknis (ketrampilan pengetahuan) yang utama, tetapi lebih menitik beratkan pada kompetensi sosial (motivasi, perilaku) atau istilah kerennya lebih kepada soft competency.

Ya, jika berbicara mengenai kompetensi teknis (hard competency), tentu tidak sulit bagi mahasiswa untuk meraihnya. Mahasiswa yang masuk kuliah, katakanlah UI sudah pasti terseleksi berasal dari siswa yang pandai di sekolahnya. Mencapai IPK tinggi, bisa diperoleh tentunya dengan rajin belajar, mengikuti kuliah secara disiplin, selalu berkunjung ke perpustakaan dengan mengupdate pengetahuan melalui jurnal-jurnal, literatur dan informasi lainnya. Besar kemungkinan dengan melakukan semua hal diatas,  lulus dengan IP diatas 3.5 bukan perkara sulit. Tetapi apakah memang hanya IP diatas 3.5  saja yang diperlukan agar sukses dalam berkarir di dunia kerja?

Di perusahaan, kompetensi yang paling dibutuhkan tentu saja adalah mampu bekerjasama dengan baik, dapat mengelola diri, serta memiliki semangat motivasi tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Nah, kemampuan ini biasanya tidaklah bisa dibangun sendiri oleh mahasiswa misalnya dengan belajar dari buku, berkunjung ke perpustakaan atau lainnya. Namun kompetensi tersebut dapat dibina atau dikembangkan melalui aktifitas dan interaksi mahasiswa dalam lingkungan misalnya dalam kepengurusan di badan eksekutif, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan baik yang bersifat proyek atau pekerjaan sosial, dan juga program-program lainnya seperti kepesertaan mahasiswa dalam praktek magang, atau seperti kuliah kerja nyata. Kepesertaan aktif mahasiswa dalam aktifitas diatas sangat mendorong berkembangnya kompetensi sosial mahasiswa yang tentunya akan membantu sekali dalam dunia kerja bila telah lulus dalam kuliah.

Itulah kompetensi yang paling dibutuhkan perusahaan dalam merekrut karyawan, dan seperti itulah jawaban yang diberikan penulis kepada mahasiswi tersebut ketika memberikan kuliah umum. Jika mahasiswa selama kuliah termasuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam maupun diluar apalagi dalam lingkungan dimana terjadi interaksi secara aktif dengan masyarakat maka sebenarnya modal dasar untuk sukses meniti karir dalam dunia kerja sudah berada di genggaman. Tinggal bagaimana mahasiswa tersebut mampu mendayagunakan kompetensi tersebut secara tepat. Tentunya, bukan berarti harus melupakan kegiatan kuliah atau kegiatan belajar. Yang penting adalah bagaimana bisa meraih prestasi belajar  dengan nilai yang baik selain itu juga memberdayakan kemampuan kompetensi sosial dengan optimal. Kombinasi keduanya adalah kunci kesuksesan bagi mahasiswa selepas lulus nanti.

Keterkaitan Softskill dengan Hardskill didunia kerja dan kuliah

Di dalam persaingan seperti sekarang, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kemampuan sudah merupakan tuntutan. Terlebih di dunia kerja sekarang banyak dipengaruhi perubahan pasar, ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quatient) sangat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut disamping kecerdasan intelektual.
Berdasar hasil survey Nasional Assosiation of Colleges and Employers USA (2002) terhadap 457 pimpinan perusahaan menyatakan bahwa Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting dalam dunia kerja. Yang jauh lebih penting adalah sotfskill antara lain kemampuan komunikasi, kejujuran, kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada kinerja yang efektif.

Kemampuan softskill diatas, sebetulnya masuk dalam kecerdasan emosional yang menurut definisi adalah Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, Kemampuan memotivasi diri, Kemampuan mengendalikan diri/ mengelola emosi pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain (Daniel Goleman). Ada lima kecedasan emosial yang dibutuhkan didunia kerja sekarang ini, yaitu :
  1. Kesadaran Emosional , yang meliputi kedewasaan emosi dalam  pengambilan keputusan yang win-win solution.
  2. Pengelolaan Emosional (pengedalian diri) yang meliputi kemampuan kepekaan, sabar dan  tabah dalam menjalankan tugas.
  3. Motiovasi Diri, yang meliputi  kemampuan berpikir positif, ulet dan pantang menyerah
  4. Empati pada Sesama  ; yang meliputi kemampuan memahami, merasakan, peduli, hangat, akrab dan kekeluargaan
  5. Ketrampilan Sosial , yang meliputi kemampuan bermusyawarah, bekerjasama, kepentingan umum/tim)
Di sisi lain secara teori, di dalam dunia kerja, ada 3 (tiga) unsur utama yang harus dipenuhi agar seseorang dikatakan memiliki kompetensi  yang meliputi kompetensi knowledge atau cognitive domain, skill atau psychomotor domain, serta attitude atau affective domain.(Jayagopan Ramasamy, Malaysia 2006). Dalam teori tersebut dikatakan bahwa kompetensi tersebut harus bisa diukur (measurable), dinilai, ditunjukkan (demonstrable) dan diamati (observable) melalui perilaku pada saat melaksanakan tugas. Sasaran akhir dari kompetensi adalah perilaku yang diharapkan (desired behaviour) dan perlu ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. kompetensi yang berkaitan langsung dengan bidang kerja.
Selain itu menurut Spencer & specer ada 2 (dua) kompetensi yang berkaitan dengan bidang kerja, yakni Generic competencies, merujuk pada kompetensi yang perlu ada pada semua pegawai mengarah ke softskills, sikap mental dalam bekerja dan Functional competencies, merujuk pada kompetensi khusus yang diperlukan bagi suatu fungsi atau pekerjaan tertentu mengarah ke hardskills dan kemampuan teknis. Sedangkan di lapangan, kompetensi tersebut terbagi atas kebutuhan kemampuan Knowledge: diukur melalui ujian penilaian yang dilaksanakan oleh pihak berwenang, Skill : diukur dengan mengikutsertakan  ke dalam pelatihan-pelatihan tertentu dan Attitude: diukur secara lebih subjektif melalui penilaian terhadap perilaku yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. Knowledge (melalui pendidikan), Skill (melalui pelatihan) dan Attitude yg harus dimiliki oleh tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha/dunia kerja dengan menggunakan konsep Link and Match.

Sedangkan ketrampilan softskill tenaga kerja, dalam perkembangannya banyak disumbang oleh karakter pribadi yang berasal dari didikan lingkungan keluarga (pola asuh), tradisi dan pengaruh lingkungan sekolah (sosial).

Di beberapa perusahaan, ketrampilan softskill yang dibutuhkan meliputi leadership, kreativitas, kominukasi, kejujuran dan fleksibel. Memang dalam prakteknya ketrampilan softskill dapat dilatih dan disiapkan, namun menurut pengalaman dari PT Charoen Pokphand Indonesia  misalnya, perubahan-perubahan dalam organisasi termasuk budaya organisasi juga dapat menyumbang terhadap peningkatan softskill tenaga kerja. Pembinaan softskill yang baik, menurut pengalaman PT. Charoen dengan komunikasi asertif, yaitu komunikasi yang berdasar keterbukaan, jujur, tegas, langsung dan dengan cara yang sopan.

Keterkaitan Antara Softskill dan Hardskill

Bukan hanya di lingkungan akademisi kita di tuntut untuk mengembangkan sofkill kita, sebelum nantinya kita siap untuk memasuki dunia nyata (real word) tapi pengasahahan sofkill juga di dalam agama kita di suruh untuk mengasahnya keterampilan menjadi seorang yang profesional dan ahli di bidang yang digeluti.
Hadis di atas menegaskan kita untuk membangun sebuah kemapuan baik itu Hardskill maupun Sofkill. Sukses meraih cita-cita dan karir di masa depan tidak hanya ditentukan oleh hardskill, seperti tingginya nilai indeks prestasi (IP), penguasaan teori serta terampil dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan perangkat berteknologi tinggi. Ada banyak cerita dari orang-orang yang tidak memiliki IP yang tinggi meraih sukses dalam kehidupannya, karena mereka mengandalkan pertumbuhan softskill.

Istilah softskill memang tergolong baru terdengar, tetapi softskill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri Anda, agar Anda dapat memotivasi diri dan orang lain, bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berkreasi, berinovasi dan berwirausaha, memimpin, membangun kerjasama, mengelola sumber daya dan lain sebagainya.

Apa hubungan Softkill, Hardskill dengan sekolah atau kuliah ?
Bukan berarti bahwa sekolah atau kuliah menjadi tidak penting. Namun, keseimbangan dari pertumbuhan hardskill dan softskill akan membuat Anda mengalami sukses lebih cepat dan lebih jauh dari kesuksesan yang hanya ditunjang oleh salah satu faktor tersebut. Perpaduan antara hardskill dan softskill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang tinggi atau memperluas bisnis di masa depan.

Why Sofkill?
You are about to enter, the real world
Banyak lulusan dari perguruan tinggi baik itu negri dan swasta yang tidak siap menghadapi dunia nyata atau dunia kerja. Persaingan yang ketat kita di tuntut untuk memiliki kempuan yang lebih bukan hanya kemampuan Hardskill (nilai IPK yang tinggi) tetapi kita di tuntut untuk memeliki sebuah kompetensi seorang lulusan.
Berikut ini kompetentsi lulusan yang di harus dimiliki didalam menghadapi persaingan di dunia nyata :
  • Komunikasi tertulis
  • Bekerja dalam tim
  • Teknologi
  • Berpikir logis
  • Berkomunikasi lisan
  • Bekerja mandiri
  • Ilmu pengetahuan
  • Berpikir analitis
 
Kemampuan-kemampuan di atas sebenarnya kita bisa dapatkan semasa sekolah, kuliah. Organisasilah yang bisa membentuk seseorang bisa memiliki kemampuan-kemampuan di atas, apakah anda memiliki kemampuan-kemampuan tersebut ? Belajar dan belajar itulah jawabannya dan yang paling penting percaya pada kata“PROSES”.





PUISI "harapan palsu"

Tak ku mengerti ...
apa mau mu memasuki hidupku ini?
jika hanya ingin memberi luka seperti ini
terkadang ku tersadar dari mimpi
ternyata kau bukanlah milik hati ini
kau pergi 
tanpa kau tahu kini
aku menangisi luka ini


apa mau mu?
apa salah ku?
untuk apa dahulu kau memberi harapan pada ku?
seakan-akan aku hanya benda tidak berarti
sehingga aku menjadi bahan tertawaan mu
pergilah, jika kau hanya menginginkan itu
aku bukanlah sampah dimata yang lain
sekalipun mungkin iya bagi mu
pergilah tinggalkan aku


sakit ...
sakit hati ini ...
semudah itu dulu kau katakan itu
bodohnya aku percayai mu
kini semua menjadi sakit
yang dulu indah
kini ...
sakit ...

Minggu, 11 Maret 2012

Dunia Cewek "cara merawat rambut"

Sebagai mahkota wanita, rambut merupakan bagian penting dari penampilan. Rambut yang indah dan terawat tentu akan menambah daya tarik seseorang. 

Itulah sebabnya rambut perlu mendapat perhatian khusus. Salah perawatan pada rambut, akan mengakibatkan rambut menjadi kusam dan rusak. Bagaimana cara untuk menjaga rambut tetap indah dan menawan?


Sebenarnya untuk membuat dan menjaga rambut Anda tetap indah tidak memerlukan perawatan yang mahal. Ada beberapa tips yang mudah dilakukan. Agar rambut Anda menjadi indah, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut ini :

1. Lakukan pola hidup sehat
Pola hidup sehat mencakup tidak merokok, rajin berolahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, juga melakukan refreshing dan relaksasi agar pikiran tidak menjadi stress. Untuk makanan, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, E, selenium karena zat ini yang sangat baik menjaga kesehatan rambut.

2. Usahakan tidur cukup dan nyenyak setiap hari
Bila tidur Anda terganggu, hal ini dapat menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar. Akibatnya rambut tidak mendapat nutrisi yang cukup dan menyebabkan rambut kusam. Oleh karena itu, jangan bebani pikiran Anda dengan hal-hal yang dapat mengganggu tidur Anda.

3. Gunakan produk perawatan rambut yang sesuai
Bila menggunakan produk perawatan rambut, perhatikan komposisi produk. Hindari produk yang berbahan alkohol dalam konsentrasi tinggi karena kandungan tersebut dapat merusak rambut. Saat menggunakan produk tersebut, jangan langsung dikenakan di kulit kepala karena menyebabkan pori-pori kepala tertutup dan dapat merusak kulit kepala yang selanjutnya merusak rambut.

4. Bila berenang, olesi dengan air basa atau penutup rambut
Tujuan dari hal ini adalah agar rambut tidak terkontaminasi dengan air kolam yang kandungan kimianya dapat merusak rambut Anda.

5. Gunakan sisir dari kayu
Sisir yang terbuat dari kayu dapat mengurangi kerontokan rambut. Kebersihan sisir juga perlu dijaga agar kotoran yang ada dalam sisir tidak melekat pada rambut Anda.

6. Pilih shampoo yang sesuai
Setelah memperhatikan jenis rambut, hal ini menjadi dasar bagi Anda untuk memilih shampo yang akan dipakai. Pilih shampo yang berkualitas yang sesuai dengan kondisi rambut.


SEMOGA BERMANFAAN YAHHHH :)

Sabtu, 03 Maret 2012

perbadaan antara Softskill dengan Hardskill

untuk tau betapa pentinggnya softskill, yuuu kita lirik apa sih perbedaan dari softskill dengan hardskill ...

cekidoooooot !

petama-tama ayo kita lihat definisi dari hardskill itu...

Hardskill yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. contohnya seperti, Insinyur mesin seharusnya menguasai ilmu dan teknik permesinan, Dokter harus mumpuni bidang ilmu kedokteran, Pemain sepak bola mempunyai ketrampilan teknik menggiring bola.

Setiap profesi dituntut mempunyai hardskill yang khusus, tetapi softskills bisa merupakan kemampuan yang harus dimiliki di setiap profesi.

nah, kalo contoh SOFTSKILL seperti ...

  • kejujuran,
  • hormat terhadap sesama,
  • besikap adil,
  • kemampuan menyelesaikan masalah kemampuan mengambil keputusan,
  • kemampuan berkomunikasi dengan baik dan masih banyak lagi. 
Dalam dunia kerja yang dibutuhkan tidak hanya kepandaian akademik/teknis saja, namun juga non akademik. Di sekolah kita lebih diajarkan mengenai kemampuan akademik saja, sedangkan kemampuan non akademik kita tidak begitu diperhatikan. Sedangkan nantinya ketika kita berada di dunia kerja selain mampu dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan, kita juga harus mampu beadaptasi dengan baik di dunia kerja.

Kemampuan akademik/teknis disebut juga hardskill, sedangkan kemampuan non akademik disebut softskill. Hard skills merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.

Contoh kemampuan hardskill adalah keterampilan teknis seperti keuangan, komputer, kualitas, atau keterampilan perakitan. Hardskill dapat dilihat/diukur dari riwayat pendidikan. Sedangkan softskill dapat dilihat dari pengalaman dalam berorganisasi. Contoh softskill adalah pribadi dan perilaku interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia misalnya, pelatihan, pembentukan tim, pengambilan keputusan, inisiatif. Contoh lain dari keterampilan-keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skills adalah integritas, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, tahan banting, kompetisi, ulet, dan lainnya. Keterampilan-keterampilan tersebut umumnya berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sifat soft skills meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Sifat ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Tapi, sifat ini dapat berubah jika individu tersebut mau mengubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri. Softskill dibagi menjadi dua, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Sedangkan interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain.


tuh gitu tuhhh... gmna? penting banget kaaaaannn?
namun, justru yang penting inilah yang sepertinya kurang diperhatikan dimasyarakat kita...

kurang disadari begitu besar manfaatnya, jadi bagi kita yang udah pada tau nih jangan percuma yahhhh...

let's change :))))



trimakasih buat sumber mbah google dan juga beberapa saya ambil dari
website wartawarga gunadarma dan download dari beberapa bahan presentasi
thank you :*

Jumat, 02 Maret 2012

Apa sih softskill itu ?



kebanyakan dari orang-orang nihh, justru gak memperhatikan pentingnya softskill itu sendiri. lebih gawatnya lagi, mungkin kalo kalian coba-coba untuk bertanya dengan beberapa orang MAYBE mereka gak akan tau....

parah juga yahhh...

padahal nih guys and girls,

bagi kita-kita yang akan memasuki dunia kerja, softskill itu berpengaruh banget. pada dasarnya memang kalo kita masuk ke dalam suatu perusahaan, yang dibutuhkan itu orang-orang yang kereatif guys and girls. jadi, kalo lo mungkin udah merasa nilai ujian 100, tugas nilai maksimal, dan IPK 4.00????? Itu ga ada artinya tanpa adanya kemampuan diri. karna tuh perusahaan bukan akan maju dengan adanya sertifikat-sertifikat tertulis tentang kemampuan lo, melainkan yg dibutuhkan kemampuan yang gak terlihat wujudnya alias SOFTSKILL.




nahhh bagi guys and girls yg mau tau definisi dari softskill itu apa dalam bahasa ilmiahnya atau bahasa kerennya, ini diaaaaaaaaaa....





Soft skills didefinisikan sebagai ”Personal and interpesonal behaviors that develop and maximize human performance (e.g. coaching, team building, initiative, decision making etc.) Soft skills does not include technical skills such as financial, computing and assembly skills “. (Berthal). Softskills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skills, dengan demikian meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Atribut softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Namun, atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.







Penulis buku-buku serial manajemen diri, Aribowo, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Dua jenis keterampilan tersebut dirinci sebagai berikut :


Intrapersonal Skill
• Transforming Character
• Transforming Beliefs
• Change management
• Stress management
• Time management
• Creative thinking processes
• Goal setting & life purpose
• Accelerated learning techniques








Interpersonal Skill
• Communication skills
• Relationship building
• Motivation skills
• Leadership skills
• Self-marketing skills
• Negotiation skills
• Presentation skills
• Public speaking skills


contohnya gini gan,seorang pemain sepak bola harus memiliki kemampuan dasar atau kemampuan teknis (hardskills) seperti menendang bola,berlari dan menggiring bola.sedangkan softskills nya pemain sepak bola tadi harus memiliki kemampuan bekerjasama,gigih,dan berani mengambil keputusan. Jadi jika dijelaskan dengan lebih sederhana softskills adalah kemampuan yang dapat meningkatkan interaksi antarindividu, performa kerja, dan lain-lain.


bagaimana?


keren kan?


semoga bermanfaat yaa teman-teman semua,


trimakasih pula buat mbah www.google.co.id yang jadi sumber inspirasi saya...

makasih mbahhhhh :p

followers