Pengertian
cinta kasih
Cinta
kasih merupakan suatu kebutuhan yang penting pada manusia. Ketika seseorang
tidak memiliki perasaan dicintai dan mencintai, maka otomatis hidupnya menjadi
tidak normal. Ada yang kutang dari diri orang tersebut. Maka akibatnya akan
terjadi penyimpangan, sikap yang agresif, perilaku kriminal dan menjadi egois
yang sangat ekstrim.
Cinta
menurut ajaran agama
Ada
berbagai pandangan tentang cinta kasih itu sendiri, misalnya pada pandangan
agama. Ada beberapa pandangan cinta kasih menurut berbagai jenis agama, yaitu
sebagai berikut :
Agama
Kristen
Dalam agama Kristen, ada berbagai
macam jenis cinta kasih itu sendiri, yaitu: True Love, False Love, dan Captive
Love.
- True love adalah cinta yang memberi dampak positif dalam kehidupan seseorang; dia merasa berharga, dia lebih semangat dalam berkarier; mendorong untuk memiliki masa depan yang berkemenangan. True love selalu berakhir dengan kebahagiaan.
- False love adalah cinta yang menberikan dampak negatif dalam kehidupan seseorang; dia tidak maju, berkembang dalam dosa (seperti menjadi penipu, pembohong, berzinah karena cinta, malas belajar). False love selalu berakhir dengan kehancuran.
- Captive love adalah cinta yang membelenggu seseorang, sehingga tidak ada hal lain yang dipikirkan dan dikerjakan kecuali cinta. Cinta ini biasanya berakhir dengan kekecewaan.
Dan
berikut adalah referensi ayat-ayat dalam alkitab mengenai cinta kasih itu
sendiri :
- Kasih sejati hanya ada dalam Yesus Kristus, Yohanes 3:16, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.
- Jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya, Kidung Agung 8:6-7, “Taruhlahaku seperti materai pada hatimu, seperti materai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kagairahanmu gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api Tuhan! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan hina”.
- Seseorang yang jatuh cinta harus hati-hati, 2 Samuel 13-1-6, “Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar; saudaranya itu, sebab anak perempuan itumasih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia. Amnon mempunyai seseorang sahabat bernama Yonadap , anak Simea kakak Daud. Yonadap itu seseorang yang sangat cerdik. Katanya kepada Amnon: “hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahunya kepadaku?” kata Amnon kepadanya: “aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu”. Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: “berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan didepan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakan dari tangannya”. Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: “izinkanlah adikku Tamar datang barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya.
- Cinta harus tegas, Yohanes 2:17, “maka teringatlah murid-muridNya, bahwa ada tertulis: ‘cinta untuk rumahMu menghanguskan aku"
Muqaddimah, Inilah Cinta Yang
sebenar-benarnya, Cinta yang didasarkan atas keimanan dan ketaqwaan manusia,
Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta, Cinta tanda syukur dan tiada
kuasa selain kuasaNya, Cintakan
Allah adalah cinta yang tidak pernah luntur dan abadi. Cinta selainnya adalah
Cinta yang luntur dan berakhir. Janganlah mencintai akan sesuatu terlalu
berlebih lebihan sehingga mengurangi cintamu kepada Allah. Mencintailah kamu
kepadanya dengan makna Kecintaanmu kepada Allah Yang Maha Pencipta dapat
diartikan memandang segala sesuatu karena Allah SWT semata sehingga apabila
kamu mencintai seseorang, cintailah dia dengan sebenar-benarnya karena Allah.
Berbicara
mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan kita cinta monyet
yang menghiasai dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak keterlaluan untuk
dinyatakan, itulah pespektif masyarakat terhadap cinta. Sedangkan cinta sebeginilah
yang sering mendorong pelakunya ke arah melakukan maksiat kepada Allah SWT.
Sekotor itukah cinta? Apakah cinta sebenarnya? Cinta sebenarnya adalah fitrah
manusia sebagai makhluk allah yang diciptakan untuk bersujud, bersyukur dan
mengagungkan asma Allah, bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah
SWT, atas karunia dan hidayahNya pulalah kita bisa hidup seperti sekarang ini,
bagaimana udara yang kita hirup untuk bernapas secara otomatis keluar dan
masuk, bagaimana mata kita bisa melihat keindahan dan alam dunia, pemberianNya
tidak bias dikukur dengan ukuran manusia, yang kesemuanya itu adalah bukti
tanda tanda kekuasanNya sehingga sepatutnyalah manusia bersyukur dengan
melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, mengungkapan rasa
cinta dengan memandang segala sesuatu karena Allah SWT sehingga manusia tidak
berlaku sombong dan jumawa atas harta, pangkat, kedudukannya dan tidak lupa
atas ni’matNya.
Kesenian
cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa syahwat merupakan
logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta seringkali diperalatkan
untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan iblis laknatullah. Demi
kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani fenomena cinta dengan nilai
fikrah yang suci dan iman yang komited kepada Allah.
Permasalahan
cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari ini. Pertentangan
antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam menghadapi dilema
perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah umat Islam ke medan
perpecahan yang memusnahkan etika spritual-membunuh solidaritas dan menodai
moral etika. Individu mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam
jiwa. Cinta yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu
yang penuh jijik dan dihina.
kasih
sayang
kasih sayang
adalah salah satu emosi yag telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia,
menjadikan manusa lebih berarti lagi dengan suatu kehangatan dari kasih sayang
tersebut.
Dengan kasih sayang, seorang pribadi mampu menjadi termotivasi dan
menjadi lebih baik. Memang begitu pentingnya kasih sayang ini bagi manusia,
tidak sedikit manusia yang menjadi sis-sia ketika dia merasa tidak memiliki
seseorang yang mengasihinya.
Kemesraan
Pada dasarnya
kemesraan adalah pemanis dalam suatu hubungan berpasangan, kata banyak orang
jika ada pasangan yang memadukasih tapi tidak ada kemesraan, bukan pasangan
kekasih.
Bisa dibilang, dua hal itu adalah sesuatu yang bersamaan dan saling
melengkapi.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia
kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan
manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Hal ini
ialah karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang
sebenarnya.
Balas kasihan
Belas kasihan adalah
sesuatu yang lumrah terjadi ketika seorang individu merasa empati terhadap
seseorang maupun sesuatu. Rasa itu bisa didasari dengan alasasn apapun dan
factor apapun.
Karena manusia diangugrahkan sebuah rasa yang dinamakan kasih,
maka manusia pun menjadi punya rasa belas kasihan terhadap sesamanya.
Cinta kasih erotis
Ini adalah
suatu perasaan yang harus dihindari oleh para generasi-genersi muda,
karena ini adalah hasrat birahi yang membawa iming-iming cinta, padahal
sesungguhnya tidak ada unsur kasih maupun cinta didalamnya. Kasih dan nafsu merupakan sesuatu yang sangat bertolak
belakang, jadi tidak bisa disatukan maupun disama-samakan.
Namun contoh konkretnya tidak hanya hawa nafsu, sama juga
dengan kekerasan, penyimpangan, maupun hal negative lainnya yang sering dihubungkan
dengan cinta





Tidak ada komentar:
Posting Komentar