Hi Guys and Gurls,
Mungkin salam dan sapa yang pertama akan gua lakukan disini, karena udah lama banget ga ngeblog lagi, terakhir mungkin waktu kuliah dulu, mungkin sudah 3 tahunan lebih yang lalu.
kali ini gua akan sharing sedikit mengenai pengalaman dan pemikiran gue dalam "JOURNEY" pencarian cinta.
gua membuat tulisan ini bukan untuk pamer dan caper, postingan ini hanya bertujuan untuk sharing pemikiran, barang kali bisa membantu mereka yang sedang putus asa.
Banyak yang bertanya ke gue pertanyaan seperti ini, "kenapa masih sendiri?"
kadang gua juga bingung mau jawab apa yaaaa, kadang kesel kadang juga biasa aja.
mugkin biar gak bingung, terakhir kali gua pacaran adalah waktu gue kuliah. gua pacaran 3 tahun lebih, nyaris 4 tahun mungkin.
pengalaman itu ga terlalu baik menurut gua dan gua seneng bisa lepas dari dia sekarang kalau harus mengingat kembali ke belakang.
setelah lulus kuliah, gue mulai masuk ke dunia kerja dan sampai pada saat ini adalah kantor kedua gua. so, kalau dihitung-hitung gua udah 2 tahunan lebih di dunia kerja.
pengalaman demi pengalaman gua dapat, berbagai macam type orang gua temui.
termasuk laki-laki ... hehehe...
gua memang belum mencoba menjalani hubungan yang benar-benar statusnya pacaran, gua lebih banyak menjalani hubungan yang gak jelas alias tanpa status. tapi gua cukup menikmati dan happy, karena gua ga terikat apa-apa dengan siapa pun.
rasanya pun sama seperti pacaran kok, ada yang perhatiin, ada yang ngajak jalan, ada nelp dan ngechat.
kenapa begitu?
karena belum ada yang gua rasa benar-benar cocok dengan gua, entah apa gua terlalu idealis?
gua jalan dan mencoba jalan dengan semua laki-laki yang mencoba deket dengan gua dan gua belajar untuk mengikuti alurnya atau ritmenya. tapi sayang belum ada irama yang sesuai dengan gua.
orang-orang disekitar gua selalu gencar nyomblangin gua ke kenalan-kenalan mereka dan gua selalu nanya "kerjanya apa?" ... HAHAHAAAA... and than, hal itu menjadikan orang berfikir gua agak materialistis dan mau cari enaknya aja.
padahal bukan begitu intinya,
gua selalu welcome dengan laki-laki yang ngedeketin gua, cuma lebih sering akhirnya gua block dan gua cuekin setelah itu, sehingga udah keburu gua putuskan hubungannya.
karena apa?
gua gak suka nyakitin orang lain, gua takut terlalu memberikan harapan. akhirnya kebanyakan lebih baik gua akhiri kalau memang menurut gua ga cocok dengan gua.
Laki-laki mapan atau laki-laki biasa-biasa aja ?
Gua bukan Perempuan mata duitan yang maunya naik mobil dan dapet laki-laki yang mapan. kalau cuma itu kriteria gua mungkin gua udah pacaran lagi dari dulu.
BUKTINYA ADALAH satu waktu yang sangat berharga untuk gua, gua bisa kenal seorang laki-laki yang keren banget secara personality dan gaya hidupnya.
dan gua suka banget, sampai sekarang gua masih kagum sama dia.
dia cuma laki-laki yang enggak kuliah, tapi dia pekerja keras dan punya kerjaan juga tentunya, dia cuma bawa motor matic, dengan penampilan tattoan, sederhana dia ketemu gua dengan pakai celana pendek dan kaos sama seperti gua.
gua juga cukup sering telponan sama dia dan entah kenapa kita bisa ketawa lepas ampe geli banget dengan bahasan-bahasan yang ga jelas.
dia orang yang sangat memotivasi dengan kesederhanaannya,
ditengah-tengah pembicaraan kita, dia keluarin kalimat yang gua gak pernah lupa sampai sekarang, dan itu kalimat termanis yang pernah gua dengar, saat itu dia bilang....
"Delima, kamu suka banget ketawa yaa, harusnya nama kamu bukan delima tapi Joy"
habis itu dia timpal langsung lagi.... "kok jadi bagusan nama pemberian aku dari pada nama kamu" pangkasnya sambil tertawa.
beberapa lama gua kenal dia, gua merasa happy banget dan pertama kalinya gua bilang lagi "gua mau dia Tuhan"
tapi entah kenapa makin lama apinya padam,
gua juga bukan type perempuan yang mau mengejar,
gua kehilangan,
tapi sampai sekarang gua masih tetap kagum sama dia, liat aktifitas dia di sosial media cukup sepertinya.
cukup membuat sakit hati ... HAHAHAHA...
yaaa itu hanya ungkapan,
tapi kan gua juga punya iman, gua percaya Tuhan punya rencana sukacita dan gua mau tunggu itu.
sampai gua yakin memang dia yang gua mau, bukan karena yang penting ada.
sudah jadi sifat manusia sulit percaya yang tidak terlihat dan abu-abu.
tapi harus tetap berusaha.
semoga kamu selalu bahagia ya fer