dasyat sekali ternyata, sangat besar pengaruhnya bagi setiap manusia, mampu mengubah hati dan pola pikir maupun hubungan kita dengan Tuhan.
terlalu ironis, seorang yang dititipkan berkat oleh Tuhan justru malah mengecewakan.
judulnya saja sudah dititipkan, jadi milik siapakah sesungguhnya berkat itu? manusia selalu lupa sumber dari segala sumber berkat, itulah kelemahannya.
pernahkah kita sadar bahwa Tuhan itu begitu luar biasa? Dia mengasihi kita semua, kasihNya tak terbatas. kita bisa melihatnya jika kita merasakannya, rasakan dan rasakan anugerahNya.
begitu baiknya Dia kepada kita, sehingga hanya satu yang tidak bisa Dia lakukan untuk kita,yaitu "TIDAK BISA UNTUK TIDAK MENGASIHI KITA"luar biasa bukan?
sadarilah,Dia begitu nyata bagi kita.
saat kita menjadi besar, kita lupa. apa kita tidak sadari Tuhan menangisiMu bagaikan saat kau melihat ibumu menagis dibuat olehmu. bahkan lebih dari itu! tapi tanganNya tetap terulur, siap memangkumu, siap mendengarkanmu bahkan saat kau menyalahkaNya dan menghakimiNya. Dia sungguh berhati besar...
dunia tidaklah menjamin apa-apa, tapi didalamNya ada harapan dan bukan hanya harapan tapi akan menjadi nyata. Dia berjanji tidak akan menjadikan kita ekor, melainkan kepala. aku mau terus setia pada janjiMu Tuhan.
hari ini saya habis pulang dari gereja, saya menagis didalam doa. "ampuni kami Tuhan",
gereja saya adalah gereja yang sangat besar dengan jemaat yang juga sangat banyak. tapi baru hari ini saya melihat bahwa hatinya kecil. saya hanya berharap Tuhan tidak menangisi itu semua.
biar saya gambarkan kejadian itu,pada saat tadi saya di gereja, saya duduk dan berdoa sebelum mengikuti ibadah.
lalu saya melihat-lihat, terlihatlah banyak orang satu demi satu memasuki gerja, dengan penampilan glamor dan warna rambut lebih mirip
salah satu dari mereka ada yang duduk disamping saya.
saya melihatnya, karena pada saat itu dia mencari-cari sesuatu. setelah beberapa saat saya mengerti,ternyata dia mencari alkitab yang disediakan oleh gerja kami yang tersedia disetiap bangku dan kebetulan pada saat itu tidak ada dibarisan kami maupun yang didepan, dia mulai gelisah karena malu dan saya pun memerhatikannya.
kemudian beerapa saat, suaminya datang menyusul dibangku kami. saya pun melihatnya kembali.
bertanya dan ingin tahu, apa dia membawa alkitabnya?
sayang, ternya mereka sama tidak membawa. saya tidak mau mengambil kesimpulan buruk dulu, namun saya salah!!!
saya melihat sekeliling dan banyak sekali kejadiannya yang seperti itu.
"yaa Tuhan maafkan kami, kami lalai dan selalu mengecewakanMu"
rasanya ingin menangis, say tidak ingin menangisi orang-orang itu melainkan saya menangis karena mereka menyakiti Tuhan Yesusku.
apa sesungguhnya arti bergerja bagi mereka yang bergelimangan harta?? apakah hanya rutinitas dan sekedar minta maaf dan minta berkat?
saya mengatakan ini bukan berarti saya paling benar, tapi saya tau itu adalah salah dan saya tidak menyukainya.
tapi saya beruntung, karena Dia Tuhan yang berhati besar.
terima kasih Tuhan, Kau selalu setia mengasihi kami. Kaulah Bapa, Bapa ku yang hidup.


