perusahaan akan menerima seseorang bekerja jika bisa memenuhi lima hal utama yakni :
- dapatkah perusahaan mempercayai anda ?
- bisakah anda melaksanakan apa yang perusahaan tawarkan?
- apakah anda bermotivasi tinggi pada perusahaan tersebut
- apakah anda mampu bekerjasama dengan orang lain?
- apakah anda dapat mengelola diri anda sendiri?
Bila ditelaah dari pernyataan diatas, tentunya paham bahwa yang dibutuhkan oleh perusahaan bukanlah kompetensi teknis (ketrampilan pengetahuan) yang utama, tetapi lebih menitik beratkan pada kompetensi sosial (motivasi, perilaku) atau istilah kerennya lebih kepada soft competency.
Ya, jika berbicara mengenai kompetensi teknis (hard competency), tentu tidak sulit bagi mahasiswa untuk meraihnya. Mahasiswa yang masuk kuliah, katakanlah UI sudah pasti terseleksi berasal dari siswa yang pandai di sekolahnya. Mencapai IPK tinggi, bisa diperoleh tentunya dengan rajin belajar, mengikuti kuliah secara disiplin, selalu berkunjung ke perpustakaan dengan mengupdate pengetahuan melalui jurnal-jurnal, literatur dan informasi lainnya. Besar kemungkinan dengan melakukan semua hal diatas, lulus dengan IP diatas 3.5 bukan perkara sulit. Tetapi apakah memang hanya IP diatas 3.5 saja yang diperlukan agar sukses dalam berkarir di dunia kerja?
Di perusahaan, kompetensi yang paling dibutuhkan tentu saja adalah mampu bekerjasama dengan baik, dapat mengelola diri, serta memiliki semangat motivasi tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Nah, kemampuan ini biasanya tidaklah bisa dibangun sendiri oleh mahasiswa misalnya dengan belajar dari buku, berkunjung ke perpustakaan atau lainnya. Namun kompetensi tersebut dapat dibina atau dikembangkan melalui aktifitas dan interaksi mahasiswa dalam lingkungan misalnya dalam kepengurusan di badan eksekutif, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan baik yang bersifat proyek atau pekerjaan sosial, dan juga program-program lainnya seperti kepesertaan mahasiswa dalam praktek magang, atau seperti kuliah kerja nyata. Kepesertaan aktif mahasiswa dalam aktifitas diatas sangat mendorong berkembangnya kompetensi sosial mahasiswa yang tentunya akan membantu sekali dalam dunia kerja bila telah lulus dalam kuliah.
Itulah kompetensi yang paling dibutuhkan perusahaan dalam merekrut karyawan, dan seperti itulah jawaban yang diberikan penulis kepada mahasiswi tersebut ketika memberikan kuliah umum. Jika mahasiswa selama kuliah termasuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam maupun diluar apalagi dalam lingkungan dimana terjadi interaksi secara aktif dengan masyarakat maka sebenarnya modal dasar untuk sukses meniti karir dalam dunia kerja sudah berada di genggaman. Tinggal bagaimana mahasiswa tersebut mampu mendayagunakan kompetensi tersebut secara tepat. Tentunya, bukan berarti harus melupakan kegiatan kuliah atau kegiatan belajar. Yang penting adalah bagaimana bisa meraih prestasi belajar dengan nilai yang baik selain itu juga memberdayakan kemampuan kompetensi sosial dengan optimal. Kombinasi keduanya adalah kunci kesuksesan bagi mahasiswa selepas lulus nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar